Kaprodi Studi Islam Sapa Wali Mahasiswa Baru, Kenalkan Program Akademik dan Ruang Pengembangan Kompetensi Mahasiswa

Program Studi Studi Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta turut menyambut para orang tua dan wali mahasiswa baru dalam kegiatan **“Sosialisasi Akademik bagi Wali Mahasiswa Baru Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam.”** Kegiatan ini menjadi ruang komunikasi antara fakultas, program studi, dan orang tua dalam mengenalkan proses pendidikan serta berbagai kesempatan pengembangan kompetensi yang dapat diikuti mahasiswa selama menempuh studi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Program Studi Studi Islam, Dr. Mutiullah, menyampaikan bahwa proses pendidikan mahasiswa tidak berhenti pada pembelajaran di ruang kelas. Program Studi Studi Islam terus mengembangkan ruang belajar yang memungkinkan mahasiswa mengasah kemampuan akademik, keterampilan digital, penelitian, komunikasi, serta pengalaman di tingkat nasional dan internasional.

Salah satu ruang pengembangan tersebut adalah **LUMINαR (Laboratory for Ushuluddin, Islamic Studies, and Transdisciplinary Research)** yang dipimpin oleh Nur Edi Prabha Susila Yahya,S.Th.I., M.Hum. . Melalui LUMINαR, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan **soft skill, keterampilan digital, pembuatan aplikasi, serta kemampuan riset dan publikasi ilmiah**. Dr. Mutiullah menyampaikan bahwa mahasiswa Studi Islam sebelumnya telah mendapatkan pelatihan penulisan artikel ilmiah dan hasil karya mereka kemudian dipresentasikan dalam International Student Conference (ISC). Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa Studi Islam diarahkan tidak hanya menjadi pembelajar, tetapi juga mampumenghasilkan dan mempresentasikan pengetahuan pada forum akademik internasional

Selain itu, mahasiswa juga memiliki kesempatan memperoleh pengalaman belajar melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL)dengan pilihan lokasi hingga tingkat internasional, termasuk Malaysia.Kesempatan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa, membangun jejaring, sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam lingkungan akademik maupun profesional yang lebih luas.

Dr. Mutiullah juga menjelaskan bahwa tugas akhir mahasiswa Studi Islam memiliki bentuk yang lebih fleksibel.Mahasiswa tidak hanya dapat menyelesaikan studi melalui skripsi konvensional, tetapi dapat mengembangkan aplikasimaupun menghasilkan artikel ilmiahsebagai bentuk karya akademik, sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Fleksibilitas ini menjadi bagian dari upaya Prodi Studi Islam untuk menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia profesional.

Melalui berbagai program tersebut, Program Studi Studi Islam berkomitmen membangun pengalaman pendidikan yang integratif, interdisipliner, berbasis riset, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta terbuka terhadap pengalaman nasional dan internasional. Karena itu, dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam perjalanan mahasiswa untuk tidak hanya menyelesaikan studi, tetapi juga membangun kompetensi, pengalaman, karya, dan jejaring yang akan menjadi bekal setelah lulus.