Pelatihan Inkubasi Bisnis Mahasiswa, Prodi Studi Islam UIN Sunan Kalijaga Dorong Jiwa Usaha Generasi Muda

Program Studi Studi Islam (S1), Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga, kembali menghadirkan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa masa kini melalui Pelatihan Inkubasi Bisnis Mahasiswa. Kegiatan ini mengangkat tema “Membangun Kesadaran Legalitas, Standardisasi, dan Daya Saing Usaha di Kalangan Mahasiswa”.

Pelatihan seperti ini menjadi langkah penting untuk membuka wawasan mahasiswa bahwa dunia akademik tidak hanya berbicara tentang teori, tetapi juga tentang kesiapan menghadapi realitas sosial dan ekonomi. Di tengah berkembangnya semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda, mahasiswa perlu dibekali bukan hanya keberanian memulai usaha, tetapi juga pemahaman yang benar mengenai legalitas, standar usaha, dan kemampuan bersaing.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Anigetha Putri Prameswari, S.E. dari BSN KLT D.I. YogyakartadanRetno Dewi Banowati, S.Si., M.H., Kabid AHU Kemenkumham.

Kehadiran dua narasumber ini memberi nilai tambah yang kuat bagi peserta. Dari sisi standardisasi, mahasiswa akan memperoleh pemahaman tentang pentingnya kualitas dan penguatan produk agar mampu bersaing. Dari sisi legalitas, mahasiswa juga diajak memahami bahwa usaha yang baik bukan hanya yang laku di pasar, tetapi juga yang memiliki dasar hukum yang jelas dan tertib secara administrasi. Ini adalah bekal penting bagi siapa pun yang ingin membangun usaha secara berkelanjutan.

Pelatihan inkubasi bisnis ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga bisa menjadi titik awal tumbuhnya kesadaran baru di kalangan mahasiswa untuk melihat peluang usaha secara lebih serius. Dengan pembekalan seperti ini, mahasiswa diharapkan tidak sekadar memiliki ide bisnis, tetapi juga mampu mengelolanya dengan lebih profesional, terarah, dan berdaya saing.

Melalui kegiatan ini, Prodi Studi Islam menunjukkan komitmennya dalam mendorong lahirnya mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, kreatif, dan siap menjawab tantangan zaman. Saya memandang bahwa upaya seperti ini sangat penting untuk membentuk generasi muda yang mandiri, inovatif, dan memahami bahwa kewirausahaan juga membutuhkan pengetahuan, ketekunan, dan tanggung jawab.