Implementasi Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga dengan Ditjen Bimas Hindu, Mahasiswa Prodi Studi Islam Laksanakan Pembelajaran Moderasi Beragama di Klenteng Poncowinatan dan Pura Jagatnatha

Program Studi Studi Islam (S1) Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan pembelajaran lapangan (field study) ke Klenteng Tjen Ling Kiong Poncowinatan dan Pura Jagatnatha Yogyakarta sebagai bagian dari implementasi mata kuliah yang mengkaji moderasi beragama dan kerukunan umat beragama. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pelaksanaan kerja sama antara UIN Sunan Kalijaga dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) Kementerian Agama Republik Indonesia dalam memperkuat pendidikan moderasi beragama di lingkungan perguruan tinggi.

Kunjungan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual kepada mahasiswa. Tidak hanya mempelajari konsep moderasi beragama melalui perkuliahan di kelas, mahasiswa juga diajak mengamati secara langsung praktik kehidupan keagamaan, tata kelola rumah ibadah, serta dinamika hubungan antarumat beragama yang berkembang di masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai keberagaman agama dan budaya di Indonesia.

Di Klenteng Tjen Ling Kiong Poncowinatan, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai sejarah berdirinya klenteng, perkembangan komunitas Tionghoa di Yogyakarta, serta nilai-nilai toleransi yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Dialog bersama pengurus klenteng memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami tradisi keagamaan Konghucu sekaligus melihat bagaimana kehidupan lintas agama dibangun melalui semangat saling menghormati dan hidup berdampingan secara harmonis.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pura Jagatnatha Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa berdialog dengan pengurus pura dan memperoleh pemahaman mengenai ajaran dasar agama Hindu, fungsi pura sebagai pusat aktivitas keagamaan, makna simbol-simbol yang terdapat di lingkungan pura, serta pelaksanaan berbagai upacara keagamaan umat Hindu. Sesi diskusi berlangsung interaktif sehingga mahasiswa dapat mengajukan berbagai pertanyaan mengenai praktik keberagamaan dan kehidupan sosial umat Hindu di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bagi mahasiswa Program Studi Studi Islam, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang memperkuat kemampuan memahami realitas keberagaman secara objektif, dialogis, dan akademis. Pengalaman berinteraksi langsung dengan pengelola rumah ibadah dan komunitas keagamaan lain memberikan perspektif yang lebih komprehensif mengenai pentingnya sikap saling menghormati, toleransi, serta kerja sama dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.

Kegiatan pembelajaran lapangan ini sekaligus menunjukkan komitmen Program Studi Studi Islam dalam mengembangkan proses pembelajaran yang integratif, kontekstual, dan berbasis pengalaman (experiential learning). Melalui implementasi kerja sama antara UIN Sunan Kalijaga dan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, mahasiswa tidak hanya dibekali penguasaan teori, tetapi juga memperoleh pengalaman empiris yang memperkuat kompetensi akademik dan sosial dalam mengkaji isu-isu keagamaan di Indonesia.

Ke depan, Program Studi Studi Islam berkomitmen untuk terus memperluas berbagai bentuk kolaborasi dengan lembaga pemerintah, institusi keagamaan, dan mitra strategis lainnya guna menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan masyarakat. Dengan demikian, lulusan Program Studi Studi Islam diharapkan mampu menjadi akademisi dan intelektual Muslim yang memiliki wawasan keislaman yang mendalam, sekaligus mampu membangun dialog, menghargai keberagaman, dan berkontribusi dalam memperkuat harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.